Kamis, 16 Mei 2013

PANTOMIM MASUK FESTIVAL LOMBA


TEMPURAN. Pantomim merupakan cabang kesenian yang dikenal sejak zaman Romawi kuno. Hingga saat ini, seni pantomim masih eksis di dunia panggung kesenian dunia.
Dalam berbagai lomba kesenian untuk pelajar, pantomim jarang sekali diadakan, sehingga dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2013 cabang seni teatrikal ini diikutsertakan dalam kegiatan itu.
Untuk penyelenggaraan kegiatan ini, dimulai dari babak penyisihan di tingkat kecamatan hingga berakhir di tingkat nasional, pada jenjang SD hingga jenjang SMA.
Pada Sabtu (11/5) UPT Disdikpora Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang menggelar babak penyisihan FLS2N yang diikuti oleh 21 SD se-Kecamatan Tempuran. Dalam kesempatan itu, cabang pantomim mendapat perhatian lebih mengingat baru kali ini pantomim masuk dalam kegiatan tahunan ini.
Sebagai penampil pantomim terbaik adalah peserta dari SDN Sumberarum 1, disusul SDN Prajegsari 2 dan SDN Sidoagung 1. Penampil terbaik berhak mewakili Kecamatan Tempuran maju ke tingkat Kabupaten Magelang tanggal 14 Mei 2013 mendatang.
Selain pantomim, diseleksi pula cabang seni yang lain seperti menyanyi tunggal, tari kreasi baru, gambar bercerita, seni kriya, dan pidato.

Gambar: Salah satu peserta pantomim unjuk kebolehan dalam penyisihan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang, Sabtu (11/5).

Senin, 18 Februari 2013

SAFIRA JUARA OLIMPIADE MATEMATIKA


TEMPURAN. Safira Ardelia Oktaviani, siswi kelas 5 SD Negeri Sidoagung 2 Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang berhasil menjuarai Olimpiade Matematika menyisihkan peserta dari 24 sekolah dasar se-Kecamatan Tempuran dalam seleksi Olimpiade Sains dan Matematika yang diselenggarakan 26 Januari 2013 lalu.
Siswi kelahiran 25 Oktober 2002 ini memiliki prestasi yang menonjol di sekolahnya. Nilai akademisnya selalu menduduki ranking teratas di kelasnya, maka pantas bila dalam seleksi tersebut Safira berhasil meraih nilai tertinggi dan berhak mewakili Kecamatan Tempuran maju ke tingkat Kabupaten Magelang tanggal 16 Maret 2013 mendatang.
Dalam menghadapi kejuaraan mendatang putri pasangan Agus dan Christine ini selalu minta kepada guru pembinanya soal-soal Metematika yang memiliki tingkat kesukaran tinggi. “Saya beri dia soal-soal Matematika Ujian Nasional dari kelas 6, dan ternyata mampu mengerjakan dengan hasil yang memuaskan,” kata Hevi Ratnawati guru pembina Safira.
Kepala SD Negeri Sidoagung 2, Sitim Sutiah SPd, mengungkapkan bahwa Fira (panggilan akrabnya) memang sudah menunjukkan prestasi dan berbagai bakatnya sejak kelas 1. “Dia memiliki prestasi dan talenta yang bagus. Fira adalah kebanggan sekolah kami dan selalu kami jadikan teladan untuk memacu prestasi siswa yang lain,” jelasnya.
Menghadapi kejuaran Matematika mendatang, kini Safira mempersiapkan diri dengan mengerjakan berbagai soal-soal Matematika yang diberikan oleh guru pembinanya. Ditanya mengenai kesiapan dan harapannya dalam kejuaraan mendatang Safira menjawab singkat. “Saya siap. Saya tidak ingin mengecewakan orangtua dan SD saya,” tegasnya.

SIAPKAN GENERASI BERKARAKTER LEWAT PESTA SIAGA




TEMPURAN. Usai upacara pembukaan, seluruh barung berhamburan mencari kedai (pos) untuk mendapatkan tugas dari yahnda dan bunda. Keceriaan dan semangat tampak di wajah anak-anak berpakaian pramuka siaga itu. Ini terjadi di komplek kantor Camat Tempuran pada Pesta Siaga se-Kecamatan Tempuran, Sabtu (16/2) kemarin.
Sebanyak 32 barung putra dan 33 putri berlomba untuk mengumpulkan nilai tertinggi dari 20 kedai yang disediakan, di antaranya kedai baris-berbaris, lempar bola, baca puisi, bermain peran, kitchen band, dan seni tradisional.
Acara yang dibuka oleh Camat Tempuran, Darmono SSos tersebut menjadi ajang menyenangkan anak-anak anggota barung lebih dari 650 anak. Kedai seni tradisional yang paling banyak mendapat perhatian penonton. Selain paling menarik, kedai ini diikuti oleh seluruh anggota barung sebanyak 10 anak. Sedangkan di kedai yang lain hanya perwakilan barung saja.
Marsodin SPd selaku Ka Kwarran Tempuran mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan seluruh SD dan MI se-Kecamatan Tempuran, baik dari segi pendanaan maupun pelaksanaan kegiatan. “Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan para pembina lebih efektif dalam membina anak didiknya dalam rangka menyiapkan generasi muda yang berkarakter,” lanjutnya.
Pesta Siaga Kecamatan Tempuran kali ini dipilih 12 juara putra-putri yang mengumpulkan nilai tertinggi. Pada akhir acara diumumkan para juara. Untuk Barung Putra masing-masing direbut oleh MIN Jogomulyo sebagai juara I, SDN Ringinanom 2 (juara II) dan SDN Prajegsari 2 (juara III). Juara Harapan I-III diraih oleh SDN Kalisari 2, SDN Jambu, dan SDN Tanggulrejo.
Pada Barung Putri MIN Jogomulyo (juara I), SDN Prajegsari (juara II), dan SDN Tanggulrejo (juara III). Juara Harapan I-III masing-masing SDN Tempurejo 2, SDN Growong, dan SDN Sidoagung 2. Untuk peraih juara I dan II berhak mewakili Kecamatan Tempuran maju ke Pesta Siaga tingkat Kabupaten Magelang tanggal 23 Februari 2013.

Rabu, 30 Januari 2013

PENANAMAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEJAK DINI





TEMPURAN. Perilaku hidup bersih dan sehat menjadi hal utama dalam kesehatan setiap manusia. Hal ini menjadi sangat penting untuk dibudayakan kepada setiap warga masyarakat. Sehingga perilaku demikian itu sangat perlu ditanamkan sejak dini.
Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat di beberapa wilayah Kabupaten Magelang. Dalam kesempatan berkunjung ke SD Negeri Sidoagung 2 Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang, para mahasiswa mengadakan penyuluhan gosok gigi dan cuci tangan yang benar kepada para siswa, Rabu (23/1).
“Kegiatan ini bertujuan menanamkan sejak dini perilaku hidup bersih dan sehat, kepada para siswa,” kata Wisnu Wardhana (22) ketua KKN.
Menurut Wisnu yang asli Jakarta ini, kebanyakan orangtua hanya membelikan sikat dan pasta gigi kepada anak-anaknya, namun jarang mengajari bagaimana menggosok gigi dengan benar.
Dengan arahan para mahasiswa, siswa melakukan praktik gosok gigi dan cuci tangan yang benar. “Mereka sangat antusias dan menyenangkan,” kesan Wisnu.
Kepala SDN Sidoagung 2, Sitim Sutiah, SPd, menilai kegiatan ini sangat positif bagi anak-anak, sehingga dengan senang dengan adanya kegiatan ini. “Kami sangat senang dengan kegiatan para mahasiswa mana pun yang datang ke sekolah kami, termasuk penyuluhan kesehatan dari mahasiswa Undip ini,” katanya.

Selasa, 11 Desember 2012

KENALI OBYEK WISATA LOKAL LEWAT HIKING






KECERIAAN para siswa kelas 5 dan 6 SD negeri Sidoagung 2 Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang membuncah saat tiba di lokasi obyek wisata Curug Silawe di lereng gunung Sumbing. Rasa lelah seakan mendadak hilang ketika mereka bermain di air terjun yang memesona itu.
Suasana itu terjadi Minggu (9/12) kemarin. Sebanyak 90 anak beserta para guru mengisi kegiatan non akademis usai menjalani tes akhir semester gasal tahun pelajaran 2012/2013 dengan mengunjungi obyek wisata yang terletak di Desa Sutopati Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang itu.
“Ini kegiatan positif untuk menanamkan kepada anak mencintai alam, termasuk obyek wisata lokal Magelang,” kata kepala SD Negeri Sidoagung 2, Sitim Sutiah SPd.
Anak-anak merasa senang dengan kegiatan semacam ini, mereka jadi tahu secara langsung tentang kenampakan alam yang disampaikan dalam pelajaran IPS, seperti gunung, lembah, sungai, air terjun. Termasuk hamparan tanaman sayuran yang mereka lalui sepanjang perjalanan menuju lokasi.
“Sudah lama mendengar namanya, baru kali ini bisa mengunjungi Curug Silawe. Saya sangat senang,” kata Fitriya Febriyanti, siswa kelas 6 A.
Kegiatan semacam ini merupakan kegiatan pembelajaran di luar kelas yang perlu dilakukan oleh pihak guru bersama para siswa agar mengenal alam di sekitarnya dan juga obyek wisata yang ada di daerahnya.
“Jangan sampai anak-anak sudah mengunjungi obyek wisata di luar daerah, tetapi tempat wisata di daerah sendiri justru belum pernah mengunjunginya,” lanjut Sitim.
Menurut Sitim, kegiatan hiking itu akan dijadikan agenda tahunan SD Negeri Sidoagung 2 dengan obyek wisata yang berbeda-beda tiap tahunnya.